Arsip Kategori: Sejarah kesmas

Berbagai temuan penting dan pencapaian pencapaian bersejarah serta peristiwa-peristiwa luar biasa dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat

“Social determinant of health” ini bukan barang baru bro!!!

Belakangan ini determinan sosial kesehatan menjadi sebuah discourse yang benar-benar hangat dibicarakan di dunia kesehatan khususnya kesehatan masyarakat. Hal ini terjadi terutama sejak WHO mempublikasikan sederet evidence terkait faktor-faktor sosial yang terbukti mempengaruhi derajat kesehatan suatu kelompok populasi. Lihat artikel blog inilahkesmas terkait hal ini disini.

Yang menarik adalah apa iya baru belakangan ini ilmuwan kesehatan menemukan bukti ilmiah hubungan faktor sosial dengan kesehatan suatu kelompok masyarakat? Jawaban-nya tegas TIDAK.

Hubungan antara faktor sosial dengan derajat kesehatan sudah dibuktikan sejak awal perkembangan ilmu kesehatan masyarakat bahkan kedokteran. Untuk memahami ini kita harus kembali ke masa lalu, abad 19 atau tahun 1800an, dimana masalah kesehatan lebih banyak didominasi penyakit menular seperti kolera, disentri, TB, kusta, dan tifus.

Pernah mendengar nama John Snow? seorang dokter yang menganalisis kematian 93 orang akibat kolera berdasarkan sebaran geografis dan menemukan kaitannya dengan sumber air perpipaan. Peristiwa ini jauh terjadi sebelum kuman kolera berhasil diidentifikasi, tetapi lewat apa yang kini kita kenal sebagai epidemiologi John Snow berhasil mengidentifikasi faktor “sosial” yang mempengaruhi kejadian kolera di Inggris.

Lalu ada Engels, dalam tulisannya yang terkenal “The condition of working class in England” Beliau mengemukakan fakta bahwa penyakit “black lung” lebih banyak terjadi pada pekerja tambang yang bekerja dalam kondisi lingkungan yang minim ventilasi, iya juga mengkaitkan kondisi ini dengan rendahnya keinginan atau perhatian pengusaha untuk memperbaiki kondisi kerja dengan tingginya kejadian penyakit pada pekerjanya. Tulisan ini jelas membuktikan kaitan faktor lingkungan kerja sebagai faktor sosial yang mempengaruhi kesehatan.

Selain itu ada R. Virchow yang seorang dokter, pakar mikrobiologi menuliskan bahwa politik adalah kedokteran dalam sekala yang lebih besar, benar kedokteran menolong orang untuk sembuh dan memperpanjang hidup tetapi kalau ingin menghasilkan dampak yang lebih besar maka peningkatan kondisi sosial adalah jawabannya. Disinilah advokasi dan perjuangan sosial politik serta ekonomi berperan besar.

Contoh lainnya adalah Chadwick, yang mungkin bisa disebut sebagai bapaknya ilmu kesehatan lingkungan, pada awal perkembangannya ilmu kesmas lebih banyak berkutat pada upaya menyehatkan masyarakat melalui kesehatan lingkungan yaitu perbaikan sistem sanitasi (sampah dan limbah) yang jelas-jelas terkait dengan faktor sosial seperti kepadatan penduduk dan juga kemiskinan.

Nah jika sejak awal memang determinan sosial ini sudah mewarnai perkembangan ilmu kesmas mengapa kemudian hilang dan sepertinya baru belakangan ini dibicarakan. Nantikan tulisan saya tentang kebangkitan pemikiran biomedis dalam ilmu kesehatan.

Salam hangat.

Catatan:

Sumber bacaan silahkan search di Google Scholar dan ketik nama-nama yang saya sebutkan di atas, HAVE FUN.

Deklarasi Jakarta; penggiat kesmas di Indonesia pun banyak yang tidak pernah mendengarnya

Ingat dengan Ottawa Charter? rasanya hampir semua penggiat kesehatan masyarakat mengetahui ini, khususnya mereka yang banyak terlibat dalam kegiatan PHC, tapi kalau ditanya dimana Ottawa? nah saya berani bertaruh banyak yang tidak mengetahuinya. Lebih lanjut lagi ada yang pernah dengar Jakarta Declaration? rasanya kalau dilakukan survei kepada mahasiswa kesehatan masyarakat secara signifikan hasilnya banyak yang tidak tahu, mungkin ada yang menjawab apaan tuh :) atau masak ada Deklarasi Jakarta, gak pernah diajarin tuh.

Saya sangat maklum karena saya sendiri baru ngeh kalau ada yang disebut Jakarta Declaration, saya baru menyadarinya karena belakangan saya sibuk ngutak ngutik literatur yang berkaitan dengan partnership dalam program kesehatan, maklum saya harus sudah serius memikirkan studi saya sendiri dibandingkan ngurus blog ini hehehehe. Secara tidak sengaja sebuah artikel merefer deklarasi ini dan sejak itu saya menyadari bahwa mempelajari kesmas tidak boleh dilepaskan dari mempelajari sejarah kesmas. Pada akhirnya saya memutuskan untuk memasukkan kategori sejarah kesmas di http://inilahkesmas.wordpress.com mulai detik ini dan saya mulai membahas dari apa itu Jakarta Declaration, lebih baik mulai dari negara sendiri kan……..

Jakarta Conference adalah konferensi internasional yang diselenggarakan pada tahun 1997 (tidak lama bukan) bertujuan melakukan review terhadap keberhasilan penerapan prinsip-prinsip promosi kesehatan dalam Ottawa Charter serta mengundang pemain baru untuk berpartisipasi aktif dalam penanggulangan masalah kesehatan di era global. Ada lima prioritas promosi kesehatan yang kemudian dirumuskan dalam konferensi ini. Rumusan tersebut kemudian dikenal dengan Jakarta Declaration on Health Promotion into the 21st Century.

Lima prioritas untuk menghadapi tantangan global kesehatan tersebut adalah:

  1. Mempromosikan/menumbuhkan tanggung jawab sosial terhadap kesehatan masyarakat
  2. Meningkatkan investasi sektor pembangunan kesehatan
  3. Mengkonsolidasikan dan memperluas upaya kerjasama dalam menanggulangi masalah kesmas
  4. Meningkatkan kapasitas individu dan komunitas
  5. Menjamin ketersedian sumber daya bagi promosi kesehatan.

Lima prioritas tersebut merupakan komitmen global karena disepakati oleh negara negara peserta yang merupakan anggota WHO. Silahkan baca lebih lengkap versi Bahasa Indonesia-nya di sini

Salam,